Beragam budaya di pulau Sangihe



    Sangihe juga memiliki budaya-budaya yang sangat menarik.Di sangihe terdapat tarian adat,Pakaian adat,Makanan khas daerah sangihe,Perayaan penting,rumah adat serta nama bahasa suku sangihe.

     Tarian adat sangihe adalah:Gunde.Gunde merupakan tarian tradisional masyarakat daerah sangihe yang sudah ada sejak zaman dahulu.Tarian ini dulunya merupakan tarian yang ditampilkan untuk penyembahan kepada Genggona Langi(Sang pencipta alam). Tarian ini juga ditampilkan ketika upacara adat tulude atau untuk menjemput tamu yang datang dari luar daerah ataupun pemerintah-pemerintah daerah sangihe pada saat acara penting. http://Tribunnewswiki.com


      Pakaian adat sangihe adalah:Laku tepu.Pakaian adat ini dikenakan oleh Laki-laki maupun perempuan dengan ciri khas pakaian ini adalah bentuknya terusan panjang.Baju Laki-laki panjangnya mencapai bagian lutut dan telapak kaki dilengkapi juga dengan ikat kepala yang di sebut paporong.Sedangkan untuk pakaian wanita panjangnya mencapai betis dengan bagian bawah menggunakan kain sarung yang disebut balri.Umumnya Laku tepu ini berwarna terang dan mencolok seperti merah,ungu,kuning tua,dan hijau tua.Warna-warna yang berbeda pada pakaian laku tepu menunjukan identitas pemakainya.Warna laku tepu yang dikenakan oleh seorang pemimpin dalam lingkup pemerintahan berbeda dengan pegawai biasa .Laku tepu dikenakan oleh pemimpin atau bangsawan berwarna biru,merah dan kuning,warna kuning atau putih pegawai tinggi oleh mereka dengan posisi tinggi.Warna biru sebagai simbol pegawai menengah,sementara warna merah dan ungu sebagai simbol pegawai rendah. https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://amp.kompas.com/skola/read/2021/02/25/141000969/laku-tepu-pakaian-adat-sulawesi-utara&ved=2ahUKEwj-pP_zjd7zAhVBb30KHdmzDBsQFnoECB8QAQ&usg=AOvVaw0PsZ2S9VYTriZL_lZVC2jf&ampcf=1


       Makan khas daerah sangihe adalah:Sagu(Humbia).
Sagu merupakan makanan khas sangihe sebagai pengganti nasi.Sagu juga sangat enak dimakan waktu masih panas,karena teksturnya masih lembut,jika dimakan sudah dingin maka teksturnya akan berubah menjadi keras tapi orang-orang sangihe juga suka makan sagu yang telah mengeras biasanya juga disebut dengan sagu keti,dan ada juga yang mencelupkan ke kopi sebelum dikunyah.Sagu juga bisa dimakan dengan campuran kelapa (Lauwango) dan rasanya juga pasti enak.Selain sagu sangihe juga punya makanan khas yaitu Kole (Talas) masyarakat sangihe juga mengonsumsi talas sebagai pengganti nasi,talas biasanya dimasak dengan cara direbus,bisa juga dibuat menjadi keripik,dan biasanya juga talas dicampurkan dengan kelapa dan dengan tambahan garam sedikit (lunggi-lunggi). https://m.liputan6.com/regional/read/3692110/5-olahan-makanan-pokok-selain-nasi-di-kepulauan-sangihe

     Perayaan penting adat sangihe adalah:Tulude.
Tulude dalam bahasa sangihe berasal dari kata "Suhude" yang berarti tolak.menolak tahun lama dan menerima tahun baru.Perayaan tulude ini juga sama seperti perayaan pengucapan syukur di masyarakat Minahasa.Tulude ini juga sebagai alat komunikasi antar warga dengan isi pengucapan syukur,nilai nilai keagamaan yang tertanam dalam perayaan ini menjadi bukti warisan dari para leluhur.Pada beberapa abad yang lalu perayaan tulude diperingati setiap tanggal 31 Desember sebagai pengujung tahun dan siap menerima tahun yang baru.Ada banyak ritual-ritual adat yang dilakukan sebelum perayaan tulude dimulai,agar bisa berjalan dengan baik.Dalam perayaan ini juga persiapan pengiring para penari gunde,penari salo,empat wayer dan kelompok masamper,agar menambah kearifan lokal budaya sangihe menjadi lebih terasa.Kemudian juga dalam perayaan tulude ada yang namanya kue tamo,yang berarti lambang tuan pesta kepada para tamu-tamu untuk dihidangkan. https://www.google.com/amp/s/m.liputan6.com/amp/3691880/upacara-tulude-kearifan-makan-bersama-dari-sangihe

     Rumah adat sangihe adalah:Rumah pamangkonang.Rumah adat ini juga biasa disebut dengan rumah ikat,karena rumah adat ini tidak menggunakan paku pada proses pembuatan melainkan rotan yang diikat.Rumah adat sangihe tidak memiliki bilik/kamar.Pada awal kolonial belanda akhir tahun 1700 sampai tahun 1800, orang sangihe baru mulai menggunakan bilik/kamar.Model rumah adat sangihe adalah rumah panggung.Di antara rumah yang dibangun terdapat rumah umum dimana rumah tersebut dijadikan sebagai tempat berkumpul bagi komunitas dari setiap suku adat sangihe yang terkecil. https://blogkulo.com/rumah-tradisional-adat-sulawesi-utara/#:~:text=dengan%20bentuk%20sederhana.-,Rumah%20Tradisional%20Adat%20Sangihe,paku%2C%20melainkan%20diikat%20dengan%20rotan.
  
   Nama bahasa suku sangihe adalah:Bahasa Sangir.
Bahasa sangir adalah bahasa yang digunakan oleh orang-orang sangihe sulawesi utara dan kabupaten Talaud yang berada di bagian utara pulau sangihe.Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat sangihe lebih suka berdialeg menggunakan bahasa sangir,karena dengan berdialeg sangir bisa melestarikan kebudayaan daerah sangihe dan juga bisa membawa dampak positif bagi anak dan cucu di sangihe yang belum bisa berbahasa sangir/sangihe. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Sangir#:~:text=Bahasa%20Sangir%20biasa%20juga%20disebut,terletak%20di%20utara%20jazirah%20Sulawesi.

     Dengan berbagai jenis perbedaanbudaya,adat istiadat,perbedaan dalam lingkungan sosial janganlah kita menjadikan segala perbedaan itu,sebagai satu hal yang membuat rantai komunikasi,hubungan kita menjadi tidak baik.Tapi bagaimana kita harusnya menyikapi perbedaan tersebut sebagai sesuatu yang unik dari masing-masing budaya di tiap daerah di indonesia.

Komentar